Cara Ini Dilakukan Untuk Mendorong Minat Riset Mahasiswa

Cara Ini Dilakukan Untuk Mendorong Minat Riset Mahasiswa – Presiden Direktur PT Honeywell Indonesia Roy Kosasih tergolong orang yang mempercayai mahasiswa zaman sekarang masih membubuhkan minat mengerjakan riset. Dia menunjuk dunia digital yang tengah menjadi tren dewasa ini.

“Tentu, risetnya di bidang digital guna mendorong minat mahasiswa,” tutur Roy di sela-sela pameran “IndoDefence Expo & Forum 2018” di JIExpo, Jakarta, Kamis (8/11/2018).

Konektivitas Industri 4.0

Terkait dengan dunia digital untuk mahasiswa masa kini, Roy mengingatkan ikhwal Industri 4.0 yang menjadi unggulan Indonesia sekarang dan masa datang. Pada Industri 4.0, cerah Roy, terdapat empat pokok saling berkaitan. “Semuanya tergabung dalam konektivitas,” cerah Roy.

Konektivitas itu, lanjutnya, menghubungkan insan dengan internet, dunia maya, atau virtual world. Berikutnya, konektivitas telah barang pasti menghubungkan insan dengan manusia.

Ketiga, konektivitas tersebut menyangkut hubungan insan dengan mesin.

“Konektivitas tersebut juga mencantol hubungan mesin dengan mesin,” imbuhnya sembari menambahkan bahwa Honeywell yang berbasis di New Jersey, AS pun mengedepankan konektivitas memproduksi piranti pesawat terbang dengan kelebihan teknologi digital termutakhir.

Pertukaran Big Data dan AI

Hal lain pun menjadi pendorong mahasiswa mau mengerjakan riset ialah menggunakan konektivitas pada program yang dilaksanakan Honeywell pada dua universitas yaitu ITB dan UI. “Yang ketiga bakal kami kerjakan dalam bulan ini di Yogyakarta,” ujarnya.

Satu per satu, Roy membeberkan mengenai kaitan konektivitas itu. Pada 2017, pihaknya menjadi sponsor laboratorium simulasi proses destilasi minyak bumi. “Tujuannya agar mahasiswa dan semua pengajar di ITB dapat melakukan simulasi bidang tersebut,” katanya.

Lantas, etape kedua, pihaknya mengerjakan kerja sama dengan UI bidang otomatisasi pengelolaan gedung. Para mahasiswa dan dosen dapat melakukan riset berkaitan dengan urusan itu demi meminimalisasikan pemakaian tidak sedikit energi untuk sistem penyinaran dan ketenteraman gedung.

“Dengan penelitian ini, misalnya, tak lagi diperlukan tidak sedikit tenaga satpam untuk ketenteraman gedung sebab semua dapat dikontrol melewati satu layar monitor di komputer,” kata Roy.

Roy melanjutkan, semua data pada kerja sama dengan ITB dan UI ini ditabung di komputasi awan. “Jadi terdapat data besar yang dapat dikelola,” katanya.

Tahap ketiga yang akan direalisasikan di Kota Pelajar kali ini ialah konektivitas antara ketiga universitas, dalam urusan ini ITB, UI, dan UGM. “Akan ada pekerjaan saling bertukar data dan pemakaian kecerdasan produksi (AI) dalam sebuah konektivitas,” pungkasnya.

Berdasarkan keterangan dari  https://www.sekolahan.co.id data terkumpul, realisasi program di Yogyakarta akan berlangsung pada minggu keeempat November 2018.

baca juga: 5 Manfaat Sendok untuk Kecantikan, Apasaja?