Pengertian dan Konsep Manusia Lengkap

Pengertian dan Konsep Manusia Lengkap

Pengertian dan Konsep Manusia Lengkap
Pengertian dan Konsep Manusia Lengkap

Manusia secara bahasa disebut juga ‘insan’ yang dalam bahasa Arabnya ‘nasiya’ yang berarti ‘lupa’ dan jika dilihat dari kata dasar ‘al-uns’ yang berarti ‘jinak’. Kata ‘insan’ dipakai untuk menyebut manusia, karena manusia memiliki sifat lupa dan jinak artinya manusia selalu menyesuaikan diri dengan keadaan yang baru disekitarnya. Menurut tinjauan kefilsafatan, manusia adalah mahkluk yang bertanya, dalam hal ini manusia sebagai makhluk yang mempertanyakan keberadaan dirinya sendiri.

Dalam hal ini manusia mulai tahu keberadaanya dan menyadari bahwa dirinya adalah penannya. Apabila ditinjau dari segi dayanya, maka jelaslah manusia memiliki 2 macam daya. Disatu pihak manusia memiliki daya untuk mengenal dunia rohani, yang nous, suatu daya intuitif. Dilain pihak manusia memiliki daya pengamatan (aisthesis) yang karena pengamatan langsung yang disertai dengan daya penggambara atau penggagasan menjadikan manusia memiliki pengetahuan yang berdasarkan pengamatan (Yesmil Anwar, Adang:2012:h.152-153).

Aristoteles, salah seorang murid Plato  ia berpendapat bahwa manusia merupakan makhluk yamg terdiri dari tiga dimensi yaitu tubuh, jiwa, dan roh. Menurut dia terdapat tiga macam jiwa yang tarafnya bertingkat tingkat. Taraf paling rendah dimiliki oleh tumbuh-tumbuhan yang disebut jiwa vegetative, taraf berikutnya adalah jiwa hewan atau jiwa sensitive, dan terakhir jiwa manusia atau jiwa intelektif yang mempunyai taraf kehidupan tertinggi.

Jiwa vegetative memiliki fungsi terendah yang hanya memiliki kemampuan berikut:

  • Memperoleh dan mencerna makanan
  • Berkembang biak

Jiwa sensitive selain memiliki daya kemampuan vegetative juga memiliki kemampuan khusus sbb:

  • Bernafsu atau berperasaan
  • Dapat bergerak dari tempatnya
  • Dapat melakukan pengamatan

            Jiwa manusia atau jiwa intelektif, selain memiliki daya kemampuan yang khas baginya, juga memiliki:

  • Berkecerdasan
  • Berkemauan

            Kaum behavioris memandang manusia sebagai suatu realita. Para ahli psikologi memandang manusia sebagai makhluk psiko fisik yang memiliki watak dan kepribadian. (Syahidin:2007 hal.3)

            Sampai saat ini manusia merupakan spesies dominan dan sukses dibanding makhluk lain di muka bumi, hal ini berdasarkan pada factor penimbang seperti: 1) Bobot kepintarannya, 2) Kearifannya, 3) Aktualisasi diri dan kesombongannya. Factor yang khas membedakan manusia dengan binatang antara lain: Manusia memiliki budaya dan peradaban, manusia memiliki kapasitas berfikir sebagai konsekuensi dari susunan syaraf yang kompleks dan canggih, manusia mempunyai kemampuan mengorganisasikan istilah dan konsep-konsep yang ditransformasikan pada media simbol-simbol yang bisa meningkatkan kemampuan manusia dalam mengekspresikan fakta perasan dan mental sehingga mampu menyatakan konsep yang objektif, alternative dan selektif, dan manusia mampu menerima dan mentransfer semua pengalamannya kepada generasi berikutnya sebagai warisan social yang bias dilakukan melalui proses belajar dan dikembangkan sesuai dengan pergeseran tuntutan, ruang dan waktu. (Syahidin:2007 hal.8)

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU

            Secara etimologi istilah individu berasal dari bahas latin yaitu individium artinya sesuatu yang tidak terbagi atau satuan terkecil yang sangat terbatas. Secara terminologi istilah individu berarti seorang manusia yang memiliki peranan dalam lingkungan sosialnya, memiliki kepribadian dan pola tingkah laku spesifik tentang dirinya sendiri.

            Seseorang lahir merupakan satu kesatuan antara dua unsur yaitu unsur jasmani dan unsur rohani. Keduanya merupakan satu sitem yang terdiri dari sub-sub system yaitu: Sistem biologis dan system psikologis. Dari keduanya terdapat hubungan fungsional yang sangat erat kaitannya dimana system biologis sangat berpengaruh terhadap kondisi mental psikologis dan sebaliknya.

            Individu berkembang menjadi pribadi dan proses perkembangannya disebut “individualitas”. Individu yang baru lahir/bayi belum memiliki kepribadian, sedangkan individu yang berkembang melalui proses individualitas akan menghasilkan manusia yang memiliki kepribadian.

            Kepribadian adalah: “Keseluruhan prilaku individu sebagai hasil interaksi antara bio psikofisikal yang terbawa sejak lahir dengan rangkaian situasi lingkungan yang terungkap pada tindakan dan perbuatan serta reaksi mental psikologinya jika mendapat rangsangan dari luar”.     Kepribadian seseorang dipengaruhi oleh, factor bawaan (genotype) dan factor lingkungan fenotife). Kepribadian terbentuk oleh tiga unsure, yaitu:

  1. Hereditas, yaitu faktor keturunan.
  2. Lingkungan geografi, yaitu factor keturunan.
  3. Lingkungan social budaya, yaitu nilai nilai social budaya yang berada di sekitarnya.

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL

            Manusia sebagai makhluk individu ternyata tidak mampu hidup sendiri, dalam menjalankan kehidupannya senantiasa  akan bergantung pada orang lain. Manusia saling membutuhkan dan harus bersosialisasi dengan orang lain. Hal ini disebabkan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya tidak dapat memenuhinya sendiri.  Untuk itu manusia juga dikatakan sebahgai mahkluk social, karena pada diri manusia ada dorongan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain. Manusia juga dikatakan makhluk social karena manusia tidak dapat hidup sebagai manusia apabila tidak hidup dan berada ditengah tengah manusia. (Elly.M.Setiadi,dkk:2006:hal.63-64)

            Dalam teori ilmu social individu dipahami sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang memiliki tiga aspek yang melekat pada dirinya yaitu:

  1. Aspek organik yaitu jasmani
  2. Aspek psiko yaitu rihani
  3. Aspek social yaitu kebersamaan

Ketiga aspek tersebut berfungsi secara terintegrasi antara satu sama lain. Inilah cirri manusia sebagai makhluk social. (Syahidin:2007:hal.10)

Manusia sebagai mahluk social juga dapat diartikan manusia sebagai warga masyarakat. Meskipun dia memiliki kekayaan dan kedudukan yang tinggi, tetap saja dia membutuhkan bantuan dari manusia lain. Setiap manusia memiliki kecenderungan untuk berkomunikasi, berinteraksi, dan bersosialisasi dengan manusia lain. Bahkan sejak lahirpun manusia sudah disebut makhluk social.

Manusia dikatakan sebagai makhluk social, karena beberapa alasan:

  • Manusia tunduk pada aturan dan norma social
  • Perilaku manusia mengharapkan suatu penilaian dari orang lain
  • Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain
  • Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia
  1. Manusia sebagai makhluk yang berhubungan dengan alamnya (Lingkungan hidup)

Manusia dalam melakukan hubungan sebagai makhluk sosial tidak hanya berhubungan dengan sesama manusia saja, tetapi juga melakukan hubungan dengan lingkungan sekitarnya atau dengan alamnya.

Berkenaan hubungan antara manusia dengan alam paling tidak ada 3 paham :

  1. Faham determinasi

“Determinasi alam menempatkan manusia sebagai makhluk yang tunduk pada alam, alam sebagai faktor yang menentukan.”

  1. Faham posibilitas

“Perkembangan dan kemajuan IPTEK seolah-olah penerapan serta pemanfaatannya itu memberikan kemungkinan terhadap kemampuan manusia memanfaatkan alam lingkungannya. Sehingga pada suasana yang demikian, dapat berkembang pandangan ‘posibilisme optimis teknologi’ yang secara optimis memberikan kemungkinan kepada penerapan teknologi dalam memecahkan masalah hubungan manusia alam lingkungan.”

  1. Faham optimis teknologi

“Sekelompok manusia yang seolah-olah mendewakan teknologi, menjadikan teknologi segala-galanya. Mereka sangat optimis selama teknologi maju dan berkembang, apapun dapat dilakukan,apapun dapat menjamin kebutuhan manusia. Optimisme teknologi dapat menghasilkan orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan YME.”

  1. Masyarakat dan ciri-cirinya

Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang saling bergaul atau saling berinteraksi secara tetap dan memiliki kepentingan yang sama. Literratur lain memberikan pengertian tentang masyarakat sebagai sistem sosial, yaitu sebagai organisme yang terdiri atas bagian-bagian yang saling bergantung karena memiliki fungsinya masing-masing dalam keseluruhan. Pengertian lain tentang masyarakat, juga dikemukakan oleh Paul B. Horton, menurutnya masyarakat adalah sekumpulan manusia yang secara relatif mandiri, yang hidup bersama-sama cukup lama, yang mendiami suatu wilayah tertentu, memiliki kebudayaan yang sama, dan melakukan sebagian besar kegiatan kelompok itu. Pada bagian lain, Horton mengemukakan bahwa masyarakat adalah suatu organisasi manusia yang saling berhubungan satu dengan lainnya.

            Berikut dijelaskan ciri-ciri dari konsep tentang masyarakat :

  1. Manusia yang hidup bersama sekurang-kurangnya terdiri atas dua orang.
  2. Bercampur atau bergaul dalam waktu cukup lama. Berkumpulnya manusia akan menimbulkan manusia-manusia baru. Sebagai akibat hidup bersama itu, timbul sistem komunikasi dan peraturan-peraturan yang mengaturhubungan antar manusia.
  3. Sadar bahwa mereka adalah satu kesatuan.
  4. Merupakan suatu sistem hidup bersama. Sistem kehidupan bersama menimbulkan kabudayaan karena mereka merasa dirinya terkait satu dengan yang lainnya.
  5. Melakukan sosialisasi terhadap generasi berikutnya.

Menurut Krech  ciri-ciri atau unsur masyarakat adalah:

  1. Kumpulan orang
  2. Sudah terbentuk dengan lama
  3. Sudah memiliki sistem sosial atau struktur sendiri
  4. Memiliki kepercayaan,aikap dan perilaku yang dimiliki bersama

Pada konsep ini, masyarakat lebih dicirikan oleh interaksi,kegiatan,tujuan,keyakinan dan akan sejumlah manusia yang sedikit kecenderungan sama. Dengan demikian karakteristik dari masyarakat itu terutama terletak pada kelompok manusia yang bebas dan bersifat kekal, menempati kawasan tertentu, memiliki kebudayaan serta terjalin dalam suatu hubungan diantara anggota-anggotanya. Jadi, masyarakat adalah kumpulan orang yang didalamnya hidup bersama dalam waktu yang cukup lama.

Masyarakat terbentuk  karena menusia menggunakan pikiran, perasaan, dan keinginannya dalam memberikan reaksi terhadap lingkungannya. Hal ini didasari karena manusia memiliki dua keinginan pokok, yaitu keinginan untuk menjadi satu dengan yang lainnya, dan keinginan untuk menyatu dengan lingkungan alamnya. Menusia memiliki naluri untuk selalu berhubungan dnegan sesamanya. Hubungan yang berkesinambungan tersebut menghasilkan pandangan mengenai kebaikan dan keburukan. Padangan tersebut merupakan nilai-nilai manusia yang kemudian sangat berpengaruh terhadap cara dan pola perilakunya.

PERBEDAAN MASYARAKAT DESA DAN KOTA

Masyarakat pedesaan selalu memiliki ciri-ciri atau dalam hidup bermasyarakat, yang biasanya tampak dalam perilaku keseharian mereka. Pada situasi dan kondisi tertentu, sebagian karakteristik dapat digeneralisasikan pada kehidupan masyarakat desa di Jawa. Namun demikian, dengan adanya perubahan sosial religius dan perkembangan era informasi dan teknologi, terkadang sebagian karakteristik tersebut sudah “tidak berlaku”. Masyarakat pedesaan juga ditandai dengan pemilikan ikatan perasaan batin yang kuat sesama warga desa, yaitu perasaan setiap warga/anggota masyarakat yagn amat kuat yang hakekatnya, bahwa seseorang merasa merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat dimanapun ia hidup dicintainya serta mempunyai perasaan bersedia untuk berkorban setiap waktu demi masyarakatnya atau anggota-anggota masyarakat, karena beranggapan sama-sama sebgai masyarakat yang saling mencintai saling menghormati, mempunyai hak tanggung jawab yang sama terhadap keselamatan dan kebahagiaan bersama di dalam masyarakat.

Masyarakat desa ciri-cirinya:

  1. Kehidupan didesa tenang,jauh dari hiruk pikuk keramahan
  2. Penduduknya ramah-ramah,saling mengenal satu sama lain atas dasar kekeluaragaan
  3. Mata pencaharian penduduk kebanyakan sebagai petani atau nelayan
  4. Kehidupan kaum muda di desa merasa terkesan oleh adat istiadat

Masyarakat perkotaan sering disebut urban community . Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat kehidupannya serta cirri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan. Ada beberap ciri yang menonjol pada masyarakat kota yaitu :

Beberapa ciri-ciri yang menonjol pada masyarakat kota yaitu:

  1. Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan agama di desa
  2. Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa bergantung pada orang lain
  3. Pembagian kerja diantara warga kota juga lebih tegas dan punya batas-batas nyata
  4. Di kota tinggal orang-orang dengan aneka warna latar belakang sosial, pendidikan menyebabkan individu memperdalam suatu bidang kehidupan
  5. Khusus warga kota tidak mungkin hidup sendiri
  6. Kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaannya juga lebih banyak di kota
  7. Pikiran rasional umumnya dianut masyarakat kota
  8. Jalan kehidupan yang cepat dikota mengakibatkan pentingnya faktor waktu
  9. Perubahan sosial tampak nyata dikota, karena kota terbuka dalam menerima pengaruh dari luar.

Ada beberapa perbedaan pelapisan sosial yang tak resmi antara masyarakat desa dan kota:

  • pada masyarakat kota aspek kehidupannya lebih banyak system pelapisannya dibandingkan dengandi desa.
  • pada masyarakat desa kesenjangan antara kelas eksterm dalam piramida sosial tidak terlalu besar dan sebaliknya.
  • masyarakat perdesaan cenderung pada kelas tengah.
  • ketentuan kasta dan contoh perilaku.

Sumber: https://duniapendidikan.co.id/