Aparat Gabungan Amankan Massa di KPU

Aparat Gabungan Amankan Massa di KPU

 

Aparat Gabungan Amankan Massa di KPU

 

 

Bogor Nirwana Residence

Suasana mencekam terlihat di kawasan perumahan Bogor Nirwana Residence (BNR), Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, pada Sabtu (03/02/2018) pagi.

Ratusan massa dari berbagai elemen saling dorong dengan aparat gabungan TNI-Polri. Kondisi yang awalnya kondusif seketika berubah menjadi tidak terkendali dan mencekam. Bahkan mereka (massa, red) melempari sejumlah benda ke arah aparat yang berjaga-jaga di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Hal ini dilakukan mereka dengan mendatangi kantor KPU karena ketidakpuasan terhadap keputusan yang telah diputuskan KPU.

Terlihat beberapa orang yang berasal dari massa berhasil diamankan petugas gabungan karena dianggap sebagai provokator, bahkan beberapa diantaranya terlibat aksi pemukulan dengan petugas.

Namun berkat pelatihan yang telah diberikan dalam menghadapi massa, ratusan petugas gabungan TNI-Polri yang dilengkapi peralatan lengkap didukung mobil water canon dan kendaraan lainnya berhasil memukul mundur massa yang dengan nekat membakar satu unit mobil sehingga kondisi kembali kondusif, aman dan terkendali.

Kejadian tersebut bukanlah kejadian nyata namun sebuah simulasi Tri Patra dalam menangani aksi massa anarkis terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kota Bogor khususnya.

Pada simulasi tersebut

Para petugas gabungan menampilkan langkah dan tindakan dalam menghadapi aksi massa mulai dari menghadapi para demonstran, melakukan dan memberikan pertolongan jika ada korban dari massa hingga pengamanan objek vital, seperti Istana Presiden Bogor.

Secara keseluruhan

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto menyebutkan jumlah personel yang diturunkan Polda Jawa Barat dalam mengamankan Pilkada Serentak tahun 2018 di Jawa Barat sebanyak 21.500 dan dibantu personel TNI sebanyak 2.700 personil.

Khusus pada simulasi personel yang terlibat kurang lebih 1.200 orang dari Polresta Bogor Kota, Polres Bogor, TNI AD, Brimob Kedung Halang, Dishub dan Satpol PP.

Sementara itu

Danrem 061 Surya Kencana Kol.Inf M. Hasan yang turut menyaksikan simulasi mengimbau kepada semua pihak, apapun warna dan apapun pilihannya tetap mengedepankan persatuan dan kesatuan.

“Jangan sampai ada tindakan anarkis. Apabila pilkada telah selesai, jangan sampai ada dendam politik,” harapnya.

Sumber : https://www.ayoksinau.com/