Inisiasi Literasi Lewat Rumah Baca dan Gerpoltamas

Inisiasi Literasi Lewat Rumah Baca dan Gerpoltamas

 

Inisiasi Literasi Lewat Rumah Baca dan Gerpoltamas

Polresta Bogor Kota

Mendekatkan diri kepada masyarakat dilakukan Polresta Bogor Kota dengan menginisiasi sebuah gerakan pertama kali di Indonesia, yakni Gerakan Polisi Orangtua Asuh Masyarakat (Gerpoltamas) di RW 07 Cilendek Timur, Kelurahan Cilendek, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Sabtu (03/02/2018).

Tak hanya melaunching Gerpoltamas

Polresta Bogor Kota yang menggandeng Komunitas Buka Mata juga meresmikan Rumah Baca Bhayangkara yang diresmikan langsung Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Agung Budi Maryoto dan tak ketinggalan dihadiri Wali Kota Bogor Bima Arya.

Irjen Pol Agung mengatakan

Gerpoltamas ini sejalan dengan grand strategi polri kedua, yakni Partnership Building. Partnership Building ini merupakan kerja sama Polri dengan masyarakat untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif. Tak ayal, ia sangat mengapresiasi terobosan inovatif dan positif dalam rangka perlindungan dan pengayoman masyarakat.

“Polisi zaman sekarang memang harus mendekatkan diri kepada masyarakat sehingga mindset masyarakat tentang polisi dapat berubah, tidak lagi ditakuti,” ujarnya.

Ia menuturkan, adanya Rumah Baca juga merupakan salah satu cara mencetak generasi unggul di tengah persaingan global saat ini. Pasalnya, generasi yang rajin membaca buku merupakan investasi jangka panjang untuk kedepannya.“Rumah baca ini harus di update dan bertambah buku-bukunya agar semakin banyak pengetahuan yang dapat dibaca,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor Fahrudin mengatakan, pihaknya mendukung Rumah Baca yang digagas Kapolresta Bogor Kota ini, sebab hal ini dapat mendorong minat baca masyarakat yang saat ini masih sangat kurang. Disdik pun akan berkomunikasi dan bersinergi dengan Kapolresta Bogor Kota dan Komunitas Buka Mata untuk membuka rumah baca lainnya di enam kecamatan Kota Bogor.

“Dengan adanya tempat untuk membaca seperti Rumah Baca ini anak-anak, remaja dan orangtua dapat membudayakan baca sebagai rutinitas sehari-hari,” terangnya.

Founder Komunitas Buka Mata Ahmad Furqon

Sementara itu, Founder Komunitas Buka Mata Ahmad Furqon mengatakan, buku-buku yang ada di Rumah Baca merupakan hasil sumbangan dari sekolah, masyarakat dan tentunya anggota kepolisian yang satu anggota menyumbang satu buku. Rumah Baca terbuka untuk umum selama 24 jam yang turut dikelola ketua RT dan remaja sebagai anggotanya. Hal ini memastikan Rumah Baca tidak akan sepi dari kunjungan sebab akan ada pelatihan-pelatihan keterampilan untuk masyarakat sekitar.

“Ini merupakan inisiasi Kapolresta mendukung gerakan literasi di masyarakat sekaligus mendekatkan figur kepolisian di tengah masyarakat,” katanya.

Artikel terkait: