Sisi Terang Globalisasi

Sisi Terang Globalisasi

Sisi Terang Globalisasi
Sisi Terang Globalisasi

a. Globalisasi Mempercepat Pertumbuhan Ekonomi dan Kemiskinan

Negara-negara sedang berkembang yang telah membuka diri terhadap perdagangan luar negeri dan penanaman modal asing (PMA) seperti RRC, India, negara-negara ASEAN  termasuk Indonesia, Argentina dan Meksiko di Amerika Selatan, Hungaria dan Polandia di Eropa Timur, serta Ghana dan Uganda di Afrika, justru telah mencapai pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dibandingkan dengan periode sebelumnya. Sebaliknya, negara-negara seperti Pakistan , Nigeria dan beberapa negara bekas Uni Soviet yang relatif belum membuka perekonomian terhadap investasi dan perdagangan luar negeri, tingkat pertumbuhan ekonominya rendah. (https://bandarlampungkota.go.id/blog/konsep-dan-radiasi-gelombang-elektromagnetik/)

b. Globalisasi Mempercepat Terwujudnya Pemerintahan yang Demokratis dan Masyarakat Madani dalam Skala Global

Menurut Madison (1998);

 “Globalisasi merupakan kekuatan efektif terutama bagi terbentuknya masyarakat madani. Akibat dari tekanan ekonomi secara global, banyak negara mengadopsi praktik-praktik pasar bebas sehingga terjadi masyarakat pluralis yang beradab atau masyarakat individu. Selain itu, globalisasi dapat mengikis pemerintahan otoriter dan birokasi yang berbelit-belit. Individu dan swasta semakin berperan dalam percaturan bisnis”.

c. Globalisasi Tidak Mengurangi Ruang Gerak Pemerintah dalam Kebijakan Ekonomi Dunia dan Mendukung Pertumbuhan Ekonomi

Meskipun perekonomian setiap negara akan dikendalikan oleh pasar global, kenyataannya masih cukup luas ruang gerak kebijakan pemerintah di bidang ekonomi.
Pada tingkat structural adjustment, yakni kebijakan-kebijakan yang menopang pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang tetap dikehendaki oleh pemerintah. Misalnya pengeluaran pemerintah, transfer, atau peraturan-peraturan yang mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang seperti, pendidikan, penelitian dan pengembangan, pengendalian terhadap monopoli atau pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

d. Globalisasi tidak Berlawanan dengan Desentralisasi

Globalisasi maupun prinsip desentralisasi dapat berjalan secara berdampingan karena keduanya menuntut adanya akuntabilitas publik, keterbukaan dalam penyelenggaraan pemerintahan, penghargaan yang tinggi pada HAM dan kepatuhan hukum serta pemerintahan yang bertanggung jawab.

e. Globalisasi Bukan Penyebab Krisis Ekonomi

Salah satu sebab krisis moneter Indonesia adalah karena para pelaku modal memasuki pasar modal internasional dengan kondisi institusi keuangan dan economic govermance yang lemah, bukan karena adanya pasar global.