20 Juta Orang Masih Doyan Pakai Password 123456

 20 Juta Orang Masih Doyan Pakai Password 123456

 

Password

Password  adalah salah satu alternatif yang bisa digunakan untuk melindungi akun media sosial pengguna dari serangan siber. Biasanya, semakin tinggi kombinasi password yang diciptakan, semakin besar perlindungan akan akun media sosial yang diproteksi.

Namun lucunya, ternyata banyak pengguna yang tidak ingin mengatur ulang password mereka, mungkin karena hal ini dianggap merepotkan, telrebih jika akun milik mereka jarang diakses.

Menurut survei dari Pusat Keamanan Siber Nasional Inggris (NCSC), lebih dari 20 Juta orang menggunakan ‘123456’ sebagai password akun pribadi mereka.

Mereka menganggap bahwa angka tersebutlah yang mudah diingat untuk dijadikan password.

Dilansir Ubergizmo pada Selasa (23/4/2019)

Survei dari NCSC menemukan bahwa hanya 15 persen orang yang tahu cara mengamankan akun pribadi mereka, artinya 85 persen dari mereka tidak mengetahuinya.

Hampir setengah atau 46 persen dari orang yang disurvei mengklaim bahwa informasi cara mengamankan akun online pribadi mereka sangatlah membingungkan, dan menjadikan alasan bagi mereka tidak melakukannya.

Jika kamu belum mengamankan akun online pribadimu, mungkin kamu bisa memulai untuk membuat password  dengan kombinasi yang kuat, dan mungkin juga mengeksplorasi cara menggunakan pengelola password dan mengaktifkan kode otentifikasi dua faktor.

Facebook mengaku pihaknya telah menyimpan password Instagram milik pengguna dalam bentuk teks.

Parahnya, jutaan password Instagram pengguna itu terekspos begitu saja kepada orang-orang yang punya akses ke sistem internal tertentu.

Sebagaimana dikutip Tekno Liputan6.com dari The Verge, Minggu (21/4/2019), penyelewengan keamanan ini pertama kali dilaporkan bulan lalu.

Namun, saat itu Facebook mengatakan masalah keamanan tersebut hanya berdampak pada puluhan ribu pengguna Instagram.

Facebook merevisi jumlahnya menjadi jutaan

Dengan begitu, masalah ini telah mempengaruhi ratusan juta pengguna Facebook Lite dan puluhan juta pengguna Facebook lainnya.

Sekadar informasi

password seharusnya disimpan dalam format file terenkripsi yang memungkinkan situs web untuk mengonfirmasi apa yang dimasukkan, tanpa langsung membaca isinya.

Namun sebagaimana dilaporkan oleh Krebs on Security, berbagai eror telah membuat sistem Facebook menampilkan sejumlah password dalam bentuk teks. Kejadian ini berlangsung setidaknya sejak 2012.

Facebook pun menyadari masalah ini pada Januari lalu. Kemudian pada bulan Maret, mereka mengklaim masalah ini telah diselesaikan.

Sumber : https://www.ram.co.id/