Akui Kebocoran Data Lewat Aplikasi

Akui Kebocoran Data Lewat Aplikasi

Akui Kebocoran Data Lewat Aplikasi
Akui Kebocoran Data Lewat Aplikasi

Facebook mengakui bahwa ada beberapa aplikasi populer

di situsnya membocorkan informasi penting seperti username untuk kepentingan periklanan dan data lacak internet. Namun dikatakan Facebook hal itu merupakan suatu ketidaksengajaan.

Konfirmasi ini datang menanggapi hasil investigasi yang dilakukan Wall Street Journal yang menemukan bukti-bukti bahwa beberapa aplikasi yang paling banyak digunakan di Facebook, telah membagi data pengguna ke organisasi pelacak aktifitas internet.

Wall Street Journal mengatakan

hal ini terjadi pada sekitar 10 juta pengguna Facebook, termasuk diantaranya mereka yang telah berupaya mengatur privasi dengan setingan yang paling aman.

Dalam investigasinya,

Wall Street Journal menemukan ada 10 aplikasi Facebook yang rentan membocorkan data pengguna, diantaranya termasuk game populer FarmVille, Mafia Wars dan Texas Hold’em. Aplikasi tersebut diketahui menyebarkan identitas pengguna Facebook yang disebut UID untuk keperluan periklanan atau data lacak internet.

Namun seperti dilansir Telegraph dan dikutip detikINET, Selasa (19/10/2010 Facebook bersikeras bahwa hal ini tidak sampai membocorkan informasi pribadi si pengguna. Situs jejaring sosial itu menekankan bahwa bocornya UID kepihak ketiga adalah suatu ketidaksengajaan.

Melalui blog resmi Facebook, Mike Vernal, teknisi Facebook mengatakan, identitas atau ID pengguna adalah dalam bentuk sederet nomor unik. ID ini bersifat ‘publik’, artinya pengguna bisa meaning mencari sesorang menggunakan ID Facebook mereka.

Menurutnya, informasi profil akan aman dan tidak terlihat orang lain. Namun dalam kasus lain, memang, melakukan pencarian dengan ID pengguna akan turut menampilkan foto dan informasi yang sudah diseting ‘share with everyone’ oleh si pengguna.

“Dalam beberapa kasus, para pengembang aplikasi tidak bermaksud membocorkan informasi seperti ini, tapi ini terjadi karena detail teknis bagaimana browser bekerja,” kata Vernal.

Lagipula, ditambahkan Vernal, dalam daftar kebijakan Facebook sendiri, salah satunya tertera bahwa para pengembang aplikasi tidak bisa mengungkapkan informasi pengguna ke jaringan periklanan atau broker data, dan tidak seorang pun dapat mengakses data pribadi pengguna tanpa seizin pemiliknya.

Baca Juga :