Hindari Uang Palsu! Sosialisasi Cikur Terus Dilakukan BI

Hindari Uang Palsu! Sosialisasi Cikur Terus Dilakukan BI

Hindari Uang Palsu! Sosialisasi Cikur Terus Dilakukan BI
Hindari Uang Palsu! Sosialisasi Cikur Terus Dilakukan BI

 

BANDUNG- Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat secara kontinyu terus melakukan sosialisasi Ciri-ciri Keaslian Uang Rupiah  (Cikur) ke sejumlah instansi termasuk masyarakat di seluruh wilayah Jawa Barat.

Kepala Grup Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Jabar, Ismet Inono mengatakan, sosialisasi dan edukasi ini perlu terus dilakukan untuk memberikan pemahaman tentang keaslian uang rupiah kepada masyarakat.

“Secara kontinyu Tim Cikur datang ke sekolah-sekolah maupun instansi pemerintahan hingga ke pusat keramaian masyarakat untuk mensosialisasikan uang rupiah kita,” ucapnya.

Ismet mengharapkan dengan adanya kegiatan sosialisasi dari  Tik Cukur ini pihaknya mengharapkan masyarakat mengetahui dan mampu membedakan secara persis uang yang asli dengan uang palsu sehingga mereka nantinya bisa menyampaikannya kepada yang lain.

“Yang penting masyarakat tahu dan paham ciri-ciri uang rupiah kita, sehingga mereka bisa terhindar dari oknum yang sengaja mengedarkan uang palsu,”  kata Ismet, kepada www.Jabarprov.go.id dalam sebuah acara di Bandung, Rabu (28/03).

Adapun ciri-ciri uang asli dan palsu sebagai berikut:

 

1. Dilihat

Ciri-ciri uang asli:
– Warna cerah, tidak luntur, dan tidak patah-patah.
– Bagian kiri bawah ada optical variabel x.
– Dicetak dengan tinta pigment khusus yang mana bisa berubah warna kalau dipandang dari sudut – pandang berbeda.
– Benang pengaman juga bisa berubah-ubah warna menyesuaikan sudut pandang mata.

Ciri-ciri uang palsu:

– Warna pucat, luntur, patah-patah, dan tidak secerah yang asli.
– Tinta pembuatnya tidak menghasilkan perubahan kalau dilihat dari sudut pandang yang lain.
– Begitu juga benang pengamannya, warna tetap meski dilihat dari berbagai sudut.

2. Diraba

Ciri-ciri uang asli:
– Kertas terasa lebih tebal dan tidak mudah lecek.
– Lambang negara ada tekstur kasar.
– Tekstur kasar (permukaan timbul) pada uang asli terbentuk dari kertasnya.

 

Ciri-ciri uang palsu:
– Terbuat dari kertas tipis dan mudah lecek seperti koran.
– Lambang negara tidak ada tekstur.
– Tekstur kasar terbuat dari tinta sablon, bukan berdasarkan kertasnya.

3. Diterawang

Ciri-ciri uang asli:

– Terlihat tanda air yang menggambarkan sosok pahlawan.

– Gambar tersebut satu dan tidak berlawanan.
– Gambar terlihat timbul berdasarkan kertasnya.
– Gambar permukaan depan dan belakang saling mengisi (rectoverso)

Ciri-ciri uang palsu:
– Tanda air gambar pahlawan berlawanan.
– Tanda air tersebut permukaannya tidak ada tekstur timbul.
– Gambar permukaan depan dan belakang tidak saling mengisi bahkan cenderung berantakan

 

Baca Juga :