Belajar Dan Ke Sekolah Untuk Berbahagia; Jagalah 3 Hal ini Untuk Merawatnya!

Belajar Dan Ke Sekolah Untuk Berbahagia; Jagalah 3 Hal ini Untuk Merawatnya!

Di saat pagi, anak berangkat ke sekolah bersama perasaan gembira. Mereka bangun pagi, mandi, berseragam, mengenakan sepatu, dan menenteng tas bersama penuh semangat untuk berangkat ke sekolah. Mereka meminta dan berkeyakinan untuk memperoleh pengalaman baru saat di sekolah. Untuk merasakan kebahagiaan ini, ingatlah kembali muka anak-anak saat hari pertama sekolah.

Setelah sebagian minggu atau kemungkinan sebagian bulan, kenapa perasaan puas itu jadi luntur? Anak lantas cenderung menyukai saat istirahat, jam kosong, dan saat pulang sekolah lebih besar ketimbang saat belajar. Jika ini masih kami hadapi, mari kami kembalikan perasaan puas anak saat belajar.

Sekolah yang baik tidak hanya mengajarkan materi pelajaran saja. Sekolah yang baik melengkapi pembelajaran bersama membangun komunitas belajar yang aman dan menyenangkan. Mengajarkan perihal ilmu diri, karakter, dan sediakan kondisi yang positif di sekolah. (Baca: Tujuan Belajar Yang Sesungguhnya)

Kita tahu, bahwa tiap-tiap anak mesti punya kapabilitas basic CALISTUNG (membaca, menulis, dan berhitung). Kita pun mengajarkan hal ini bersama penuh semangat sampai tidak paham bersama munculnya tekanan terhadap diri anak. Mendorong anak tetap berusaha untuk sanggup terlampau baik. Namun terlampau fokus dan menghabiskan tenaga untuk hal tersebut, sering menyebabkan kami lupa perihal sistem yang menyenangkan.

Tekanan yang di terima secara berlebihan menyebabkan anak didik belajar bersama terpaksa. Meskipun ada nilai positif berasal dari tekanan dan kompetisi dalam belajar, namun marilah kami berusaha edukatif dan mengajar bersama langkah menyenangkan. Agar anak mencintai dirinya sendiri, mencintai belajar, dan mencintai sekolahnya. Marilah kami berhati-hati terhadap hal ini! (baca: Setelah IQ, EQ, SQ, kini ada CQ)

Tidak hanya itu, terlampau fokus terhadap materi pelajaran saja sanggup menyebabkan kami meremehkan bakat dan kapabilitas anak di bidang lain. Kita pun termasuk sanggup lupa untuk membangun kapabilitas yang dimiliki tiap-tiap anak. Bukankah tiap-tiap anak punya kelebihannya sendiri yang unik?

Untuk itu, supaya perasaan puas anak saat belajar dan bersekolah senantiasa terjaga, maka jagalah 3 hal ini!

Membangun lingkungan sekolah yang positif
Rasa Aman. Inilah yang pertama mesti dibangun untuk punya lingkungan yang positif. Setiap anak mesti jadi aman untuk berteman bersama siapa saja, berekspresi, dan berkarya. Di kelas, anak mesti jadi aman untuk bertanya dan berpendapat tanpa ada kemungkinan dipermalukan. Di lingkungan sekolah, anak termasuk mesti jadi aman bersosialisasi bersama siapa saja tanpa cemas terima perlakuan kasar berasal dari kawan yang lain atau dibully. Rasa aman adalah sarat pertama dan terpenting.

Rasa diterima. Anak yang jadi di terima akan mengeluarkan segala kemampuannya untuk berprestasi. Di kelas, anak yang punya kekurangan khusus dalam belajar mesti di terima sebagai kenyataan dan lantas kami berikan perlindungan untuk sanggup lebih baik. Anak yang jadi di terima oleh lingkungan tidak akan dikucilkan dan dihina bersama kekurangannya.

Ketika jadi diterima, maka anak akan paham perihal dirinya dan paham bagaimana langkah memotivasi dirinya. Guru yang terima tiap-tiap karakter anak akan menolong anak didiknya untuk lebih baik bersama kasih sayang yang tulus.

2. Menegakkan peraturan

Peraturan sekolah dibikin untuk merawat lingkungan yang positif dan merawat warga sekolah. Yang tidak boleh kami lupakan sebagai guru adalah menyebutkan kenapa peraturan, penghargaan, dan hukuman itu dibuat. Dengan menyebutkan maka anak didik akan paham dan paham kegunaan keputusan tersebut.

Jika mendapat konsekuensi (hukuman) atas tindakannya, maka anak akan paham bahwa tiap-tiap tingkah laku ada resikonya. Anak akan paham bahwa dia dihukum bukan karena gurunya benci atau tidak sayang. Justru, guru berikut sayang dan inginkan mengajarkan dan menunjukkan akibat-akibat yang akan kami terima dalam hidup atas tindakan kita. (baca: Peraturan Yang “Membunuh” Anak)

3. Menghargai tiap-tiap individu

Di kelas, misalnya, guru menegur secara individu akan menyebabkan anak jadi penting kehadirannya di kelas. Menampilkan karya tiap-tiap anak di mading kelas dan tetap menggantinya secara berkala akan menyebabkan rasa punya anak terhadap kelasnya. Memberikan kesempatan kepada tiap-tiap anak untuk memimpin adalah penghargaan yang terlampau bagus terhadap spesial anak.

Menghargai tiap-tiap individu bermakna menolong kapabilitas dan sekecil apa pun bisnis anak. Ketika tiap-tiap kapabilitas unik individu dihargai, maka kesempatan berprestasi tiap-tiap anak akan jadi besar.

Wahai para guru dan orangtua.

Setiap anak dikaruniai perasaan puas sejak lahir. Setiap anak, terhadap dasarnya, puas belajar dan puas bertanya. Mereka tidak punya rasa cemas dan risau untuk belajar sesuatu yang baru. Seringkali, kitalah orang dewasa yang mengenalkan perasaan cemas dan risau tersebut. Kita munculkan kata “awas”, ancaman, dan tekanan. Dan jikalau tidak tepat, akan terlampau merugikan anak.

Mari kami rawat perasaan puas anak saat belajar dan berkarya!

Sumber : https://www.lele.co.id/panduan-lengkap-7-cara-menanam-hidroponik-sederhana-di-pekarangan/