Tahun Ajaran Baru Sekolah, Simak Lima Tips Ala Ketua KPAI

Tahun Ajaran Baru Sekolah, Simak Lima Tips Ala Ketua KPAI

Tahun Ajaran Baru Sekolah, Simak Lima Tips Ala Ketua KPAI
Tahun Ajaran Baru Sekolah, Simak Lima Tips Ala Ketua KPAI

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta para orang tua yang memiliki anak usia sekolah, untuk menjamin dan memastikan anak-anaknya memeroleh hak pendidikan. Anak usia 7 hingga 18 tahun adalah usia wajib belajar. Jangan sampai ada anak yang enggan sekolah atau putus sekolah.

Pemerintah daerah wajib menjamin anak dalam rentang usia tersebut memperoleh hak

dasarnya. Jika ada anak yang tidak sekolah, masyarakat harus proaktif menyampaikan ke dinas pendidikan.

“Dinas pendidikan juga harus ambil langkah-langkah untuk memastikan anak usia sekolah memperoleh haknya. Tidak ada alasan anak usia sekolah untuk tidak memperoleh haknya,” tukas Ketua KPAI Asrorun Ni’am Sholeh kepada JawaPos.com, Selasa (11/7).

Ni’am menegaskan orang tua harus memberikan bimbingan pada anak untuk memilih sekolah yang baik dan sesuai bagi anak. Ni’am memberikan beberapa tips bagi orang tua untuk mengecek kualitas sekolah yang baik.

1. Kualitas SDM dan Kurikulum

Pastikan guru, kurikulum pembelajaran, dan buku ajarnya sesuai dengan prinsip dasar

bernegara. Tidak mengajarkan radikalisme, komunisme dan juga liberalisme.

2. Fasilitas
Pastikan fasilitas penunjang bagi pemenuhan hak anak terpenuhi. Hak untuk beribadah sesuai agama anak, hak bermain dan berolahraga, hak untuk kesehatan, jajanan sehat, dan pola interaksi antar komponen masyarakat.

3. Lingkungan

Pastikan lingkungan sekolah yang ramah anak dan kondusif bagi tumbuh kembang anak. Tidak

ada bullying, tidak permisif terhadap seks bebas dan liberalisme, tidak mengajarkan kebencian.

4. Aturan Tegas
Pastikan kepala sekolah, guru, dan lingkungan sekolah memberi teladan yang baik bagi anak, bebas dari minuman keras, narkoba, rokok, seks bebas, LGBT, dan hal-hal yang bertentangan dengan falsafah Pancasila.

5. Bangunan Sekolah
Jangan terlena dengan memilih sekolah hanya karena tampilan fisiknya semata.

 

Sumber :

GurePendikan.Com: Learning While on the Move