Kemristekdikti Sebut Karya Ilmiah Siswa SPH Selevel Perguruan Tinggi

Kemristekdikti Sebut Karya Ilmiah Siswa SPH Selevel Perguruan Tinggi

Kemristekdikti Sebut Karya Ilmiah Siswa SPH Selevel Perguruan Tinggi
Kemristekdikti Sebut Karya Ilmiah Siswa SPH Selevel Perguruan Tinggi

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) memuji karya ilmiah para siswa Sekolah Pelita Harapan (SPH) saat dimulainya pameran ilmiah pertama bertajuk Science Academy Exhibition di Lippo Village, Tangerang, Banten, Senin (15/4/2019).

Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ismunandar yang hadir dalam acara di gedung SPH itu mengatakan hasil karya siswa SPH sangat luar biasa, karena dari beberapa inovasi yang ia tinjau setara dengan hasil karya riset yang dilakukan oleh perguruan tinggi.

“Saya sangat menghargai upaya yang dilakukan anak-anak di SPH ini karena ko-kurikuler mereka melakukan project sangat tinggi. Penelitian ini seperti perguruan tinggi,” kata Ismunandar.

Oleh karena itu, Ismunandar mendorong agar program inovasi yang dikembangkan oleh SPH Ini terus berlanjut. Selain itu, ia juga mengharapkan para siswa yang saat ini telah berhasil menciptakan inovasi dapat meneruskan kariernya pada konsentrasi yang sama.

Pasalnya, saat ini Indonesia sedang menghadapi pembangunan berkelanjutan yang membutuhkan peran serta para ilmuwan muda, paparnya.

Selain itu, Ismunandar mengatakan keberhasilan siswa SPH ini menegaskan apabila didukung

oleh keinginan maka belajar sains tidak akan rumit.

Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ismunandar (kedua dari kanan) bersama Ketua Yayasan Pendidikan Pelita Harapan Jonathan L. Parapak (kanan) saat mengunjungi Science Academy Exhibition di Sekolah Pelita Harapan, Lippo Village, Tangerang, Banten, 15 April 2019.

Ismunandar juga mengingatkan agar penelitian yang dilakukan diperluas untuk mencakup masalah sehari-hari seperti air, energi, dan populasi yang semakin meningkat.

“Kebutuhan sehari-hari kita memang sangat membutuhkan sains, jadi kita ini harus melek sains,” harapnya.

Pada kesempatan yang sama, Pendiri Lippo Group Mochtar Riady juga mengapresiasi hasil karya

para siswa. Menurut Mochtar, hasil karya siswa tersebut menunjukkan mereka mampu menemukan hal-hal baru atau material baru dengan konsep baru.

“Saya telah melihat beberapa karya mereka. Anak-anak ini memang cukup kreatif. Mereka dari

muda sudah diajarkan riset. Ini adalah suatu dasar pembangunan human resources yang bagus sekali,” ujarnya usai meninjau pameran.

Mochtar juga menyebutkan, kreativitas yang dimiliki para siswa ini sangat berguna dalam dunia

bisnis yang berkaitan dengan teknologi informasi ataupun data. Pasalnya, mereka sejak dini telah didorong untuk menemukan solusi baru dalam menyelesaikan suatu masalah.

SPH meluncurkan pameran ilmiah pertama yang merupakan hasil karya dari program Applied Science Academy (ASA) atau akademi ilmu terapan. Program ini memberi ruang kepada siswa berbakat yang tertarik dalam bidang sains untuk menciptakan suatu hal baru atau inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

 

Sumber :

http://pendidikanku.web.unej.ac.id/2019/08/12/sejarah-kisah-kelahiran-raja-sisingamangaraja/