Disdik Kembangkan Pendidikan Inklusif

Disdik Kembangkan Pendidikan Inklusif

Disdik Kembangkan Pendidikan Inklusif
Disdik Kembangkan Pendidikan Inklusif

Pendidikan inklusif merupakan sistem pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua peserta didik yang memiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdasan untuk pembelajaran dalam satu lingkungan pendidikan secara bersama-sama dengan peserta didik pada umumnya.

Untuk mendukung hal tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor menggelar kegiatan Festival Olahraga dan Seni Inklusif Kabupaten Bogor 2017 di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Sabtu (11/11) lalu. Kegiatan diikuti 320 siswa berasal dari 34 sekolah, yaitu 21 SD, 3 SMP, 8 MI, dan 2 MTs.

Kepala Seksi Kurikulum Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Ade Suryana mangatakan, kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk mempublikasikan pendidikan inklusif kepada masyarakat Kabupaten Bogor.

“Lalu memperkenalkan penjas adaptif yang bisa mengakomodir anak berkebutuhan khusus (ABK) serta mengampanyekan bahwa ABK bisa belajar bersama, bermain bersama dengan anak-anak pada umumnya,” kata Ade.

Kegiatan diisi dengan beberapa permainan serta pentas seni dan olahraga. Terdapat enam permainan yang diikuti ABK dan peserta, yaitu genk rante, ekor kelinci, lempar sasaran, lari kembali, peta harta, serta buka tutup. Ade berharap, dengan kegiatan ini pendidikan inklusif bisa dilaksanakan di seluruh sekolah reguler yang ada di Kabupaten Bogor.

Sementara itu, salah satu sekolah yang ikut serta dalam festival tersebut adalah SDN 4 Citeureup

yang sukses meng­hip­notis para penonton. Seba­nyak 103 Siswa kelas 4 SDN 4 Citeureup menampilkan kebo­lehan mereka dalam permainan drumband yang memukau.

Kepala SDN Citeureup 4 Yuyun Masitoh mengatakan kesuksesan para siswa menampilkan drum band tidak terlepas dari dukungan komite sekolah.

“Semua berkat kerjasama dengan komite sekolah yang selalu mendukung kegiatan siswa dan kemajuan sekolah. Kami juga berharap agar men­dapatkan peralatan dramband yang lebih bagus,” ujarnya kepada Radar Bogor.

Drumband merupakan salah satu ekstrakurikuler di SDN Citeureup 4 yang telah beberapa kali

mendapatkan piala dan penghargaan baik di ajang lokal maupun nasional.
“Bahkan ekstrakurikuler drumband ini pernah meraih piala bergilir pada 2006-2009 di tingkat Kabupaten Bogor. Dan 2007 lalu, pernah juga mendapat rekor muri dengan kategori peserta drumband terbanyak,” jelasnya.

Keberadaan SDN Citeureup 4 dalam Festival Olahraga dan Seni Inklusif yang diadakan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor tersebut, lantaran sekolahnya mendukung penuh keberadaan pendidikan inklusif.

“Ada dua sekolah sasaran, lanjut Yuyun yang dijadikan sekolah inklusif di Kecamatan Citeureup

yakni SMPN 1 Citeureup dan SDN Citeureup 4,” katanya.
Yuyun menjelaskan, seko­lahnya mendukung keberadaan pendidikan inklusif ini karena anak berkebutuhan khusus memiliki hak yang sama dalam mendapatkan layanan pendidikan.

“Pendidikan inklusif adalah sistem layanan pendidikan yang mengatur agar difabel dapat dilayani di sekolah terdekat, di kelas reguler ber­sama-sama teman seusianya. Tanpa harus dikhususkan kelasnya, siswa dapat belajar bersama dengan aksesibilitas yang mendukung untuk semua siswa tanpa terkecuali difabel,” jelasnya.

 

Sumber :

https://multi-part.co.id/sejarah-asean/