IPB Terapkan Sistem Berkeadilan Lewat Beasiswa Terapkan Subsidi Silang, Jadi Kampus Penuntas Kemiskinan

IPB Terapkan Sistem Berkeadilan Lewat Beasiswa Terapkan Subsidi Silang, Jadi Kampus Penuntas Kemiskinan

IPB Terapkan Sistem Berkeadilan Lewat Beasiswa Terapkan Subsidi Silang, Jadi Kampus Penuntas Kemiskinan
IPB Terapkan Sistem Berkeadilan Lewat Beasiswa Terapkan Subsidi Silang, Jadi Kampus Penuntas Kemiskinan

Puluhan mahasiswa IPB angkatan ke-55 memperoleh beasiswa pendidikan Jasa Raharja Friend

alias Jasfren. Beasiswa ini diberikan PT Jasa Raharja dan Yayasan Alumni Peduli IPB (YAPI) bagi mahasiswa kurang mampu dan menjadi korban bencana tsunami Donggala, Palu, November lalu.

Sedikitnyaada 50 mahasiswa yang mendapatkan kesempatan emas tersebut. Selain memperoleh Uang Kuliah Tunggal (UKT), biaya hidup juga ditanggung selama setahun.

Bahkan, khusus mahasiswa berprestasi dan kurang mampu mendapatkan asuransi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) selama satu tahun. Rektor IPB, Dr. Arif Satria mengatakan, bantuan biaya hidup untuk masa transisi pasca bencana gempa tsunami sebesar Rp 5 juta per orang juga diberikan kepada 82 mahasiswa IPB (D3,S1, S2 dan S3) asal Palu, Donggala dan sekitarnya.

Menurutnya, bantuan beasiswa yang diberikan juga membantah adanya pemikiran bahwa kuliah

itu serba mahal. “Mungkin sebagian orang berpikir kalau mengenyam bangku kuliah masih terbilang mimpi karena mahalnya biaya. Tapi jangan khawatir, salah satu cara mengatasi masalah itu adalah melalui beasiswa. Beasiswa ini penting, di IPB dulu hanya orang kaya dan orang mampu membayar yang bisa kuliah, sama “itu tidak adil,””tegasnya.

Saat ini, IPB menerapkan sistem berkeadilan. Dengan menerapkan sistim orang kaya membayar mahal dan orang tidak mampu membayar murah, untuk mensubsidi silang orang yang tidak mampu. “Hasilnya, ada 53 persen mahasiswa IPB yang berasal dari keluarga kurang, sedangkan orang tua yang kondisi ekonominya mampu yang sesuai UKT hanya delapan persen,” ungkap Rektor IPB. Rektor IPB menegaskan, para pimpinan IPB ingin mencari keberkahan dengan menerima mahasiswa yang tidak mampu, maka IPB justru merupakan kampus yang mengentaskan kemiskinan.

Dikarenakan orang tua yang dulunya pas-pasan setelah anaknya kuliah di IPB kemudian lulus

dapat pekerjaan yang bagus sehingga mengangkat derajat keluarganya menjadi lebih sejahtera. Rektor IPB menambahkan, tantangan IPB yakni menjadikan orang yang tidak mampu menjadi orang yang lebih hebat dari orang kaya.

 

Baca Juga :