Bagimu Wanita

Table of Contents

Bagimu Wanita

Bagimu Wanita
Bagimu Wanita

Diambil dari tulisan Renungan Harian Hikmat..

Seorang anak laki2 bertanya kepada ibunya “Mengapa engkau menangis?”
“Karena aku seorang wanita”, kata sang ibu kepadanya. “Aku tidak mengerti”, kata anak itu.
Ibunya hanya memeluknya dan berkata “Dan kau tak akan pernah mengerti”.
Kemudian anak laki2 itu bertannya kepada ayahnya, “Mengapa ibu suka menangis tanpa alasan?”.
“Semua wanita menangis tanpa alasan”, hanya itu yang dapat dikatakan oleh ayahnya.
Anak laki2 kecil itu pun lalu tumbuh menjadi seorang laki2 dewasa, tetap ingin tahu mengapa wanita menangis. Akhirnya ia menghubungi Tuhan, dan ia bertanya, “Tuhan, mengapa wanita begitu mudah menangis?”

Tuhan berkata :
“Ketika Aku menciptakan seorang wanita, ia diharuskan untuk menjadi seorang yang istimewa. Aku membuatnya cukup kuat untuk menopang dunia : namun, harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan” “Aku memberikannya kekuatannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang sering kali datang dari anak-anaknya”.
“Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang2 lain menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh”.
“Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak2nya dalam setiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakitinya”.
“Aku memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya”.
“Aku memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti istrinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu “Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk diteteskan. Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan kapan pun ia butuhkan”.

“Kau tahu : Kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, sosok yang ia tampilkan, atau bagaimana ia menyisir rambutnya”.
“Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya, karena itulah pintu hatinya, tempat dimana cinta itu ada”.

Ini renungan ini membuatku terteguk, kalau aku suratan ibu yang belum terbaca. membaca tulisan ini ternyata wanita itu ada suatu hal yang istimewa.

Baca Juga :