Sejarah International Business Machine

Sejarah International Business Machine

Sejarah International Business Machine
Sejarah International Business Machine

Setelah Perang Dunia II, Amerika Serikat boleh dikata menjelma menjadi negara administrasi. Tenaga kerja pertanian berbondong diboyong ke kota-kota besar. Ruang-ruang kantor diisi deretan meja dan tabulator (mesin hitung mekanik). Para pegawai disibukan pekerjaan administrasi seperti menghitung gaji dan tagihan.

Waktu itu, data identik dengan punch card atau kartu penyimpan data hasil olahan tabulator. Dalam masa pertumbuhan ekonomi yang demikian cepat, perusahaan asuransi, penerbit majalah, dan periset pasar menyusun daftar pelanggan di seluruh negeri dan menghasilkan lautan punch card.

Waktu itu, berkat pemahamannya akan bisnis mesin perkantoran dan [terutama] keahlian pemasarannya, International Business Machines (IBM) berhasil memonopoli pasar tabulator. Thomas Watson Sr., presiden direkturnya, menjadi eksekutif AS tersukses dan dijuluki Raja Punch Card.

Di perusahaan yang konservatif itu, nilai feodal masih melekat. Maka, tak seorang pun protes ketika Watson Sr. menyiapkan anaknya, Thomas Watson Jr., sebagai pengganti.

IBM 650 tahun 1954
Pada 1949, Watson Jr. mendengar pelanggan setia IBM, raksasa majalah Time-Life, berencana mengganti mesin IBM dengan Universal Automatic Computer (UNIVAC), komputer besar buatan perusahaan Remington Rand hasil rancangan Eckert-Mauchly (baca: “Asal Mula: Kemalangan Atanasoff”). Waktu itu, UNIVAC bisa menyimpan data dalam gulungan pita magnetik sehingga menghemat tempat. Watson Jr. mencium marabahaya. Ia pun mengumpulkan para insinyur IBM dan memerintahkan penciptaan sebuah mesin yang dapat bersaing dengan UNIVAC.
Belum sampai UNIVAC I mencapai keberhasilannya, IBM membuat keputusan dan berkomitmen untuk membangun dan memasarkan komputer. Komputer IBM pertama yang dipasarkan di pasar komputer komersial adalah IBM 701 pada tahun 1953. Komputer IBM 701 tersebut masih menggunakan transistor tabung kedap udara untuk memorinya, namun sudah menggunakan magnetic drum storage untuk menyimpan informasi.
Seri 701 sudah dilengkapi dengan fungsi binary (data coding), fixed point, dan juga single address hardware. Kecepatannya masih terbatas karena memorinya juga masih minim.
IBM 701 ini hanya dibuat sebanyak 19 buah saja. Tidak diperjualbelikan, tetapi bisa disewa dengan biaya US$ 15.000 per bulannya pada saat itu. Penggunanya kebanyakan badan-badan pemerintah dan militer.

Perkembangan lebih lanjut dari 701 adalah merintis bahasa pemrograman yang dibuat oleh IBM, yaitu FORTRAN. Namun demikian IBM 650 yang diperkenalkan pada tahun 1954 barangkali merupakan produk yang membuat IBM menikmati pangsa pasar komputer yang sehat saat ini. Tidak seperti beberapa pesaingnya. IBM 650 di rancang sebagai peningkatan logika bagi mesin kartu berlubang yang masih ada. Manajemen IBM semakin bertambah kuat dan memperkirakan penjualan sebesar 50 unit, angka yang jauh lebih besar dari jumlah komputer yang dipandang di AS pada waktu itu.

Sumber : https://t.me/belajarngeblogbareng/20